ESD apaaan siih??

01.47 / Diposting oleh green_her8es /



Politik, politik dan politik. Semua orang pada sibuk terus nih mikirin politik. Korupsi, uang, penjara, semua orang pada ngomongin itu. Lingkungan mau dibawa kemana nih mas bro?? Mmm.. orang befikir sambil bernafas, benafas pasti butuh udara segarkan? Nah, makanya kita harus jaga lingkungan. Tapi.... Gak pernah diajarin nih.
 Weiiittss, sekarang udh ada ESD mas bro!! ESD? apaan tuh?? Yuukk cekedooot!!! :)


Kemajuan adalah suatu unsur yang tidak bisa dipipahkan dari kehidupan manusia. Zaman yang semakin mengarah pada era globlalisasi sangat memberi dampak yang besar dari sudut-sudut kehidupan manusia. Tidak hanya kemajuan dalam bidang sosial dan ekonomi, kemajuan yang sangat pesat juga terjadi dalam bidang IPTEK. Semua kemajuan itu tentunya disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk yang semakin meningkat dari tahun ketahun. Dengan meningkatnya populasi penduduk yang bahkan melebihi kapasitas natural bumi ini, tentunya dapat menyebabkan semakin meningkatnya world interlinkages, seperti globalisasi, ekonomi, perdagangan, lingkungan, masalah pembangunan, kemiskinan, dll.

Sekarang ini, sudah banyak masyarakat yang mengeluarkan inovasi-inovasi baru yang dapat menunjang keselarasan pertumbuhan masyarakat dengan IPTEK sebagai fasilitas sarana dan prasarana. Inovasi-inovasi yang bermunculan tersebut itu tentunya tidak sepenuhnya memiliki dampak yang selaras dengan apa yang diharapkan. Dampak negatif juga semakin bermunculan akibat dari inovasi baru yang tidak dipegang secara bertanggung jawab. Semakin banyaknya ragam kasus pencemaran lingkungan, baik yang disebabkan oleh pabrik maupun domestik (rumah tangga), menjadi cermin betapa rendah mutu pengelolaan lingkungan kita yang diawali oleh kegagalan pendidikan lingkungan atau baru sebatas pengetahuan saja, belum menjadi karakter harian (afektif) dan perilakunya (psikomotorik).

Hal inilah yang mendorang para pakar dan ahli untuk mengeluarkan suatu konsep pendidikan (Education for Sustainable Development). Konsep ini telah lama dikemukakan di dunia Internasional (UNESCO) sejak tahun 1970-an. Akan tetapi di Indonesia secara langsung belum dituangkan dalam pendidikan nasional, meskipun secara tidak langsung terdapat dalam pendidikan lingkungan hidup, ekonomi dan sosial. Pendidikan untuk pengembangan (atau pembangunan) berkelanjutan ini, sekarang diterapkan di banyak kabupaten di Indonesia, mulai dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi, baik di sektor sosiologi, ekonomi, ekologi, teknologi (sosioekologi), meliputi juga manajemen limbah (waste management).

  Konsep sustainable development adalah pola pemanfaatan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap memelihara lingkungan, sehingga kebutuhan itu bukan hanya terpenuhi hari ini tetapi juga untuk generasi mendatang ”Sustainable development as development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”. Pembangunan/pengembangan berkelanjutan adalah pembangunan/pengembangan yang mampu memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. EfSD adalah pendidikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang terutama generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.
EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial. Ketiga aspek tersebut saling beririsan, tidak terpisah-pisah. Contohnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada lingkungan yang bersih sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mendapatkan makanan dan sumber daya, air bersih, dan udara bersih. Berkelanjutan berarti berpikir tentang masa mendatang, di mana lingkungan, masyarakat dan ekonomi menjadi pertimbangan sehingga diperoleh keseimbangan dalam pengembangan dan upaya meningkatkan kualitas hidup.


Konsep Education for Sustainable Development ini memiliki fungsi ataupun manfaat antara lain :
1)       Terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development, yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan ekosistem. Kedua,
2)       Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata.
3)       Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.



Oleh karena itu, EfSD harus diakarkan di masyarakat lokal karena dampak pembangunan berkelanjutan dan pembangunan tidak berkelanjutan dirasakan langsung di tingkat lokal. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan serta berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Tentu saja menerapkan EfSD pada masyarakat akan mendapat tantangan, oleh karena itu sistem pendidikan non formal harus selalu berbenah diri mengikuti proses perkembangan pendidikan pada khususnya dan proses perkembangan serta pembangunan pada umumnya. Bagi lembaga pendidikan formal (PNF), EfSD hendaklah tidak dianggap sebagai tambahan satu mata ajar lagi dalam kurikulum.

EfSD mencakup konservasi dan preservasi tentang lingkungan dan hubungan sosial antarmanusia dan keberlangsungan manusia. Pendidikan non formal berperan mendidik manusia untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan lingkungannya. Oleh sebab itu tidak ada alternatif lain, tenaga kerja kita harus terdidik karena itu merupakan kunci peningkatan ekonomi berbasis pengembangan berkelanjutan.

Dengan adanya konsep pendidikan tersebut, kita semakin terpacu untuk memulai inovasi-inovasi baru yang tidak terlepas dengan keselarasannya terhadap lingkungan. Lingkungan merupakan pokok yang sangat alami dan dekat dengan kehidupan manusia. Memberikan kita ruang untuk tinggal dan hidup di didalamnya. Apakah kita ingin melihat para generasi muda yang hidup dengan tubian masalah-masalah yang dapat mengganggu keselarasan hidupnya? Tentunya kita ingin melihat mereka meneruskan apa yang telah kita lakukan kan sobaaat?



Menciptakan alam yang penuh dengan kebahagian, senyuman, kasih sayang dan cinta damai.

SALAM PERSAHABATAN LINGKUNGAN!!!! #eaaaaaaaak

- RANI MARTALISA TAORINA -


 


               




 Sumber :




Label:

0 komentar:

Posting Komentar